harga material bahan bangunan 2015 baru

Tips Renovasi Lancar

10 Tips Agar Renovasi Lancar 

Renovasi dilakukan untuk tujuan memperbaiki. Entah memperbaiki bagian rumah yang rusak, memperbaiki desain yang sudah tidak sesuai selera, atau menambah ruang sesuai kebutuhan. Pokoknya meningkatkan kenyamanan Anda dalam menghuni rumah Anda. Jadi jangan sampai proses ini justru membuat Anda kesal, stress, dan kehabisan dana (apalagi sampai ngutang kanan-kiri).

Agar renovasi rumah Anda berlangsung mulus, inilah 10 tipsnya.

1. BUATLAH PERENCANAAN MATANG

Tanpa perencanaan matang, renovasi bisa sangat meleset dari apa yang Anda bayangkan. Idealnya, Anda merenovasi bukan hanya untuk kebutuhan saat ini, melainkan juga mengakomodasi kebutuhan beberapa tahun mendatang. Karena tidak setiap tahun Anda bisa melakukan renovasi.


2. TENTUKAN PRIORITAS

Keinginan selalu banyak. Namun tidak semua keinginan bisa diwujudkan sekaligus. Karena itu tentukan prioritas mengenai ruang apa saja yang akan direnovasi dan sejauh apa renovasi akan dilakukan. Misalnya, Anda akan memperluas ruang tidur utama. Ini berarti Anda perlu membongkar dinding ruang tidur dan kemudian membentuk dinding baru. Buatlah dalam bentuk daftar yang diurutkan berdasarkan prioritas. Bila biaya tidak mencukupi, coret satu demi satu dari urutan terbawah.



3. SESUAIKAN DENGAN BUDGET

Renovasi membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Bahkan seringkali yang terjadi biaya membengkak, yang berujung pada renovasi berhenti setengah jalan karena kehabisan biaya.






4. SATUKAN KEINGINAN
 Dalam banyak kasus, yang membuat proses pembangunan menjadi lama adalah adanya ketidakpastian antara suami dan istri. Bahkan tidak jarang arsitek atau kontraktor terpaksa membongkar apa yang sudah terpasang hanya karena perbedaan selera ini. Untuk itu, sebelum memulai renovasi, sepakati dulu apa yang Anda dan pasangan inginkan








5. BUATLAH RAB (RENCANA ANGGARAN BIAYA)

Dalam proses renovasi, RAB (Rencana Anggaran Biaya) sangat penting. Bila Anda menggunakan jasa kontraktor, merekalah yang akan membuat RAB. RAB berisi rincian biaya yang didasarkan pada kebutuhan setiap material dikalikan dengan harga material saat itu, dengan rumusan yang sudah baku.


6. PERTAHANKAN STRUKTUR LAMA


Mempertahankan struktur bangunan lama akan lebih menghemat biaya. Usahakan dalam mengubah ruang, Anda sesedikit mungkin mengubah struktur bangunan.







7. IKUT MENGAWASI BELANJA MATERIAL

Dalam proses renovasi, RAB (Rencana Anggaran Biaya) sangat penting. Bila Anda menggunakan jasa kontraktor, merekalah yang akan membuat RAB. RAB berisi rincian biaya yang didasarkan pada kebutuhan setiap material dikalikan dengan harga material saat itu, dengan rumusan yang sudah baku.






8. IZIN TETANGGA

Saat renovasi, Anda akan membutuhkan ruang untuk meletakkan bata, semen, pasir, dan lain-lain. Bisa jadi Anda mengambil lahan bagian depan rumah tetangga Anda. Anda juga akan membuat suara bising seperti suara palu saat membobok tembok/dinding. Alangkah baiknya sbelum renovasi Anda mengkomunikasikannya dengan tetangga, minimal tetangga kiri, kanan, dan depan Anda.








9. PERTIMBANGKAN UNTUK PINDAH SEMENTARA

Bilaproyek renovasi yang Anda lakukan cukup besar dan Anda memiliki anak kecil atau manula, ada baiknya Anda pindah sementara (misalnya mengontrak), agar kehidupan dan kesehatan anggota keluarga tidak terganggu. Tapi usahakan untuk tinggal tidak jauh dari rumah, agar pengawasan tetap berjalan lancar.



8. SEDIAKAN DANA UNTUK INTERIOR

Renovasi tidak hanya menyangkut urusan bangunan. Apalagi bila Anda mengubah style bangunan, Anda akan membutuhkan barang-barang baru seperti furniture, lampu, atau mungkin juga aksesori (gorden, karpet, pajangan, lukisan, dsb) yang sesuai dengan dengan rumah baru. Pastikan Anda menyediakan dana untuk itu. Tentu tidak pas jika rumah modern Anda yang baru diisi dengan furniture gaya klasik yang penuh ukiran.
(Sumber : Tabloid Rumah)



Kata Kunci Pencarian :
tips, tips bangunan, renovasi, renonasi rumah, tips renovasi rumah, renovasi bangunan, renovasi rumah minimalis
HARGA BAHAN BANGUNAN 2015
Harga Upah Tukang/Pekerja Bangunan
Harga Borongan Pekerjaan Bangunan
Harga Pasir dan Batu
Harga Semen
Harga Besi
Harga Wiremesh
Harga Paku
Harga Kayu
Harga Keramik
Harga Granit
Harga Cat Dinding
Harga Cat Besi & Kayu
Harga Penutup Atap
Harga Asbes
Harga Seng
Harga Atap Baja Ringan
Harga Genteng Metal
Harga Gypsum & GRC
Harga Triplek
Harga Hebel
Harga Asbes
Harga Beton Readymix
Harga Pipa PVC
Harga Lampu
Harga Lampu LED
Harga Parket Kayu
Harga Parket Bambu
Harga Paving Block / Conblock
Harga Waterproofing
Harga Polikarbonat
Harga Papan Fiber Semen
Harga Alat Listrik
Harga Kabel Listrik
Harga Peralatan Kerja
Harga Kaca
Harga Kaca Tempered
Harga Kunci Gembok
Harga Wastafel
Harga Closet Jongkok
Harga Closet Duduk
TEKNOLOGI BAHAN BANGUNAN
Glass Block Warna
Mengenal Steel Floor Deck
Wiremesh Untuk Penguat Bangunan
Sealant untuk Penambal, Perekat dan Pengisi
Mengenal Ukuran Pipa PVC dan Kegunaannya
Mengenal Papan Gypsum
Mengenal Jenis-Jenis Lampu
Mengenal Jenis Kabel Listrik
Papan Fiber Semen Alternatif Pengganti Gypsum
Keunggulan Material Gypsum
TEKNIK BANGUNAN
Cara Pasang Glass Block
Cara Memasang Angkur
Cara Menyambung Pipa Paralon/PVC
Cara Membuat Kran Air Otomatis
Cara Menguji Bata Merah Berkualitas
Menghitung Kebutuhan Cat Dinding/Tembok
Cara Merawat Water Heater
Cara Memasang Water Heater
Cara Menghitung Kebutuhan Paving/Conblock
Cara Pasang Conblock dan Constone
TIPS BANGUNAN
Tips Memilih Cat Untuk Kamar Anak
Tips Renovasi Lancar
Tips Memilih Batako
Tips Memilih Angkur
Tips Membeli Rumah Menurut Fengshui
Tips Memasang Wallpaper
Tips Memilih Lantai Granit
Tips Memilih Lampu Hias
Tips Memilih Kunci / Pegangan Pintu
Tips Memilih Papan Gypsum
Tips Memilih Polikarbonat
Tips Memilih Kayu
Tips Memilih Keramik Lantai
Tips Memilih Water Heater
Tips Membeli Wiremesh
Tips Memilih Cat Rumah/Tembok
Tips Memilih Pasir Untuk Bangunan
GAMBAR RUMAH MINIMALIS
Type Kecil 1 Lt (> 150 m2)
Type Kecil 2 Lt (> 150 m2)
Type Sedang 2 Lt (150 - 300 m2)